Bagian Tubuh Yang Bengkak Saat Hamil
Bumil, jangan heran jika ada beberapa bagian tubuh yang bengkak saat hamil. Selain kaki tentu saja. Nah, bengkak ini disebabkan aliran darah dan jaringan limpatik yang tersendat akibat membesarnya rahim dan perut bagian bawah.
Apa saja bagian tubuh yang bengkak saat hamil?
- Kaki dan mata kaki. Nah Bumil tentunya sudah tahu mengenai hal ini, karena bengkak kaki dan mata kaki saat hamil sangat umum terjadi. Cara mengatasinya, seringlah menggantung kaki ke atas dan memakai stocking ketat ya Bumil.
- Bibir dan Hidung. Selama hamil saluran sinusitis di bagian hidung juga sering mengalami penyumbatan akibat aliran darah dan air yang tidak biasanya selama kehamilan. Namun jangan kawatir ya Bunda, bengkaknya bibir dan hidung dapat kembali setelah melahirkan kok.
- Gusi. Nah, bagi mereka yang sering bermasalah dengan gusi, selama kehamilan gusi akan menjadi lebih sensitif dari biasanya. Bahkan menimbulkan sakit pada gusi atau gusi berdarah ketika menggosok gigi. Setidaknya, periksakan gusi dan gigi ke dokter gigi selama kehamilan.
- Mata. Walau tidur cukup, bagian mata pada ibu hamil sering terlihat membengkak seperti kurang tidur. Jangan kawatir ya Bunda, sering mengkompres mata dengan air hangat atau irisan mentimun, setidaknya dapat mengatasi hal ini.
- Payudara dan daerah sekitar puting susu. Payudara seorang wanita hamil tentunya mempersiapkan dirinya untuk menyusui bayi. Perubahan hormon juga mengakibatkan daerah sekitar puting susu terlihat membesar.
- Jari tangan dan pergelangan. Seperti halnya kaki, jari tangan dan pergelangan tangan juga ikut membesar karena aliran air dan darah yang tidak biasanya selama hamil. Sering-seringlah memijat jari tangan dan menggerakkan pergelangan tangan untuk memperlancar aliran darah.
- Varises. Kaki yang membengkak ditambah beban pada perut, mengakibatkan pembuluh pada kaki bekerja lebih keras. Sudah waktunya untuk tidak memakai sepatu hak tinggi dan menggantinya dengan sepatu datar atau teplek ya Bunda.
Bengkak Ketika Hamil
Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil
![]() |
| Infeksi saluran kemih |
Salah satu penyakit yang di derita oleh wanita hamil adalah infeksi saluran kemih atau UTI (Urinary Tract Infection). Infeksi apapun jenisnya tentu saja berbahaya bagi ibu dan keselamatan bayi jika dibiarkan berlarut-larut. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati bahkan dapat mengakibatkan infeksi pada Ginjal.
Infeksi Saluran Kemih
- Ada perasaan ingin buang air kecil secara terus menerus namun dengan jumlah sedikit
- Saluran kencing terasa panas seperti terbakar
- Air seni berwarna kemerahan yang artinya mengandung darah karena luka. Bahkan beberapa kasus bisa terlihat darah.
- Sakit pada pinggang atau pinggang bagian bawah
- Jika lebih dari 24 jam dan memburuk biasanya disertai demam
- Perasaan mual ingin muntah
Lalu bagaimana cara mencegah infeksi saluran kemih pada Ibu hamil?
- Pakailah celana dalam yang terbuat dari bahan katun dan nyaman, jangan terlalu ketat.
- Selama tidur, pakailah pakaian dalam yang longgar.
- Jangan membersihkan organ kewanitaan dengan menggunakan sabun atau cairan pembersih yang mengandung parfum atau sabun secara berlebihan.
- Jangan menahan buang air kecil
- Pastikan minum air yang cukup sehingga air seni tidak pekat dan seringlah buang air kecil.
- Sebelum dan sesudah melakukan hubungan intim, usahakan untuk buang air kecil sehingga kantung kemih kosong.
Atasi Nyeri Punggung Bawah Dengan Pose Yoga Ini
Pose Yoga Untuk Nyeri Punggung Bawah
Pose Yoga lainnya untuk nyeri punggung
Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Trimester Pertama (1-3 Bulan)
Jangan khawatir Bun, di sini kami membahas makanan sehat untuk ibu hamil muda, tepatnya trimester pertama, atau hamil 1 hingga 3 bulan.
Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
Folic Acid atau Folat
Folat (di dalam supplement sering kali disebut folic acid) adalah salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil. Bahkan, saat ibu berusaha hamilpun, disarankan ibu mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung folat.
Folat adalah salah satu bentuk Vitamin B9. Kekurangan Folat dapat menyebabkan cacat yang disebut Neuro Tube Defect, yaitu tulang belakang bayi tidak tertutup sempurna (Spina Bifida) dan disertai dengan cacat otak.
Cacat lahir ini umumnya dimulai pada awal perkembangan janin, bahkan sebelum kehamilan diketahui. Jadi, disarankan Folat dikonsumsi sejak Ibu masih merencanakan kehamilan.
Makanan yang banyak mengandung Folat adalah:
- Sayuran hijau, misalnya Bayam dan Brokoli
- Alpukat
- Jeruk
- Pepaya
- Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang polong, kacang merah, kacang hitam)
- Kembang kol
- Bit
- Jagung
- Seledri
Bunda juga dapat mengkonsumsi vitamin ibu hamil, dan pastikan mengandung 400 mcg Folic Acid.
Riset membuktikan, kecukupan Folat dalam menu makanan sehat ibu hamil juga mengurangi risiko terjadinya pre-eklampsia, yaitu tekanan darah tinggi saat hamil yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Pada prinsipnya, porsi makanan sehat untuk ibu hamil tidak perlu sampai 2 kali lipat dari makanan ibu sehari-hari. Istilah "makan untuk 2 orang" tidak sepenuhnya benar, karena kebutuhan janin tidaklah sebesar kebutuhan orang dewasa.
Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan dan tidak baik untuk kesehatan di kemudian hari.
Ibu hamil memang membutuhkan kalori dan nutrisi lebih banyak dari biasanya, tetapi perinsipnya tetap sama seperti perinsip 4 sehat 5 sempurna,yaitu:
- Karbohidrat: sebagai sumber tenaga untuk bumil. Sebisa mungkin pilihlah sumber karbohidrat yang mengandung banyak serat. Misalnya oatmeal atau roti whole grain.
- Sayuran: sebagai sumber vitamin, serat, dan mineral.
- Daging, telur, tahu, tempe dapat menjadi sumber protein. Selain itu daging merah juga mengandung banyak zat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dan mencegah anemia pada ibu hamil.
- Buah-buahan: sebagai sumber vitamin dan mineral. Makanlah buah dengan berbagai variasi warna, supaya vitamin dan mineralnya pun lebih bervariasi.
- Produk diari (susu/keju/yogurt): sebagai sumber kalsium yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang bayi.
Mengelola makanan sehat untuk ibu hamil
Mungkin beberapa informasi di bawah ini belum Bunda ketahui:
- Asupan Zat besi dan Kalsium, sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan karena kalsium dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat Besi.
- Sebaiknya, konsumsilah zat besi bersama vitamin C, supaya penyerapannya lebih optimal.
Beda Baby Blues Dan Depresi Pasca Melahirkan
Baby Blues Dan Depresi
Biasanya, Baby Blues berlangsung saat sudah melahirkan hingga puncaknya 2 (dua) minggu setelah melahirkan dan berangsur membaik sejalan dengan tingkat penyesuaian ibu dengan kondisi yang baru yaitu memiliki bayi.Tips Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan
Jika Bunda mengalami Depresi pasca melahirkan, tips berikut setidaknya dapat membantu mengatasi :
- Kondisi dengan Bayi. Ciptakan hubungan lebih intens dengan bayi dan pupuk naluri keibuan. Cintailah si kecil, ikuti perkembangannya. Berbahagialah dengan Si Kecil dan senantiasa bersyukur akan kehadiran si Kecil. Dengan bersyukur, secara perlahan memupuk perasaan bahagia dan meningkatkan hormon Endorphins atau hormon bahagia.
- Perhatikan diri sendiri. Luangkan waktu untuk "Me-Time", mulailah berolah raga atau meditasi hingga mempercantik diri. Bangkitkan rasa percaya diri kembali. Bila perlu, pergilah ke Dokter atau psikolog. Dokter atau Psikolog lebih mengerti mengenai obat anti depresi maupun terapi hormon jika diperlukan.
- Hubungan dengan Suami. Suami atau pasangan adalah orang terdekat yang harus mengetahui kondisi yang Bunda alami. Komunikasikan masalah ini dan bicarakan faktor apa yang menambah beban stress atau depresi. Misalnya, rasa khawatir secara ekonomi dengan bertambahnya anggota keluarga, hingga peranan suami dalam membesarkan anak bersama-sama.
Pantangan Makanan Ibu Hamil
Pantangan makanan ibu hamil
1. Telur yang kurang matang
Makanan apapun yang kurang matang, dapat mengandung Bakteri. Hindari Telur yang kurang matang.
Beberapa jenis salad dressing juga mengandung Telur mentah, misalnya Mayonaise buatan sendiri.
Namun Mayonaise buatan pabrik umumnya terbuat dari Telur yang dipasteurisasi, sehingga aman untuk ibu hamil. Bila Bunda kurang yakin, lebih baik hindari saja.
2. Sushi, Sashimi, atau makanan Jepang yang mengandung Ikan mentah
Ikan mentah pada umumnya terdapat pada makanan Jepang. Ikan mentah dapat mengandung Bakteri.Imunitas tubuh bayi di dalam rahim masih sangat lemah dan rentan terhadap Bakteri. Jadi, hindarilah pantangan makanan ibu hamil yang satu ini.
3. Seafood yang mengandung banyak Mercury
Banyak referensi dari luar negri yang memberikan daftar Seafood yang menjadi pantangan makanan ibu hamil, namun semua data itu belum tentu cocok untuk kita di Indonesia.Makanan lain yang berbahaya bagi ibu hamil
4. Susu yang belum di-pasteurisasi
Baca kemasan Susu untuk mengetahui apakah Susu tersebut di-pasteurisasi atau tidak.5. Daging yang kurang matang
Bila Bunda suka makan Steak pastikan Steak yang di makan dalam kondisi matang atau istilahnya "well done", sehingga benar-benar matang hingga ke bagian dalamnya.Begitu pula bila Bunda penggemar BBQ atau daging asap.
6. Terlalu banyak Kafein (Kopi, Soda, Cokelat, Teh)
Konsumsi lebih dari 200 mg Kafein setiap hari membuat peluang keguguran 2 kali lipat. Begitula hasil penelitian Kaiser Permanente Division of Research, Oakland, California.Bila Bunda pernah mengalami keguguran, sebaiknya hindari Kafein sama sekali.
Kafein terbanyak terdapat pada Kopi. Selain itu Teh, Cokelat, dan Soda juga mengandung Kafein walau dalam jumlah yang sedikit.
7. Sayuran dan buah yang tidak dicuci terlebih dahulu
Salad, Rujak, Karedok, semuanya sehat karena terbuat dari buah-buahan dan sayuran. Namun pastikan buah dan sayuran di cuci bersih sebelum di olah, supaya bersih dari Pestisida dan kuman.8. Alkohol
Bunda, semoga informasi tentang pantangan makanan ibu hamil di atas dapat membantu.
Referensi:Posted by Tentangkeluarga101









