Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Resiko Kesehatan Wanita Ketika Sering Melahirkan

resiko sering melahirkan


Wanita ketika sering melahirkan ternyata memiliki resiko tersendiri. Lalu, apakah resiko jika seorang wanita melahirkan berkali-kali? Yuk kita simak Bunda.

Pengaruh Emosi Wanita Ketika Hamil

pengaruh emosi pada wanita hamil

Tahukah Bunda bahwa perasaan atau emosi wanita ketika hamil sangat mempengaruhi kesehatan mental anak di kemudian hari. Anak yang dikandung oleh ibu yang bahagia akan memiliki kepribadian yang menyenangkan dan lebih sehat secara fisik dan mental.

Perubahan Kulit Saat Hamil

perubahan kulit saat hamil

Ada perubahan kulit saat hamil yang mungkin akan dialami oleh Bumil. Perubahan kulit saat hamil ini dikarenakan adanya perubahan hormon. Nah apa saya perubahan kulit yang dialami oleh sebagian besar wanita saat hamil yuk kita bahas.

Bagian Tubuh Yang Bengkak Saat Hamil

bagian tubuh yang bengkak saat hamil

Bumil, jangan heran jika ada beberapa bagian tubuh yang bengkak saat hamil. Selain kaki tentu saja. Nah, bengkak ini disebabkan aliran darah dan jaringan limpatik yang tersendat akibat membesarnya rahim dan perut bagian bawah.

Apa saja bagian tubuh yang bengkak saat hamil?

  • Kaki dan mata kaki.  Nah Bumil tentunya sudah tahu mengenai hal ini, karena bengkak kaki dan mata kaki saat hamil sangat umum terjadi. Cara mengatasinya, seringlah menggantung kaki ke atas dan memakai stocking ketat ya Bumil. 
  • Bibir dan Hidung. Selama hamil saluran sinusitis di bagian hidung juga sering mengalami penyumbatan akibat aliran darah dan air yang tidak biasanya selama kehamilan. Namun jangan kawatir ya Bunda, bengkaknya bibir dan hidung dapat kembali setelah melahirkan kok.
  • Gusi. Nah, bagi mereka yang sering bermasalah dengan gusi, selama kehamilan gusi akan menjadi lebih sensitif dari biasanya. Bahkan menimbulkan sakit pada gusi atau gusi berdarah ketika menggosok gigi. Setidaknya, periksakan gusi dan gigi ke dokter gigi selama kehamilan.
  • Mata. Walau tidur cukup, bagian mata pada ibu hamil sering terlihat membengkak seperti kurang tidur. Jangan kawatir ya Bunda, sering mengkompres mata dengan air hangat atau irisan mentimun, setidaknya dapat mengatasi hal ini.
  • Payudara dan daerah sekitar puting susu. Payudara seorang wanita hamil tentunya mempersiapkan dirinya untuk menyusui bayi. Perubahan hormon juga mengakibatkan daerah sekitar puting susu terlihat membesar.
  • Jari tangan dan pergelangan. Seperti halnya kaki, jari tangan dan pergelangan tangan juga ikut membesar karena aliran air dan darah yang tidak biasanya selama hamil. Sering-seringlah memijat jari tangan dan menggerakkan pergelangan tangan untuk memperlancar aliran darah.
  • Varises. Kaki yang membengkak ditambah beban pada perut, mengakibatkan pembuluh pada kaki bekerja lebih keras. Sudah waktunya untuk tidak memakai sepatu hak tinggi dan menggantinya dengan sepatu datar atau teplek ya Bunda.

Bengkak Ketika Hamil

Nah Bunda, tentu saja hal tersebut di atas akan berangsur membaik pasca melahirkan. Badan wanita hamil akan perlahan kembali ke bentuk semula. Jika masalah masih tetap ada seperti varises dan gusi berdarah, ada baiknya Bunda berkonsultasi kepada dokter yang lebih mengerti masalah ini ya Bunda.

Posted By Keluarga101
Photo Credit : Pixabay

Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

infeksi saluran kemih pada ibu hamil
Infeksi saluran kemih

Salah satu penyakit yang di derita oleh wanita hamil adalah infeksi saluran kemih atau UTI (Urinary Tract Infection). Infeksi apapun jenisnya tentu saja berbahaya bagi ibu dan keselamatan bayi jika dibiarkan berlarut-larut. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati bahkan dapat mengakibatkan infeksi pada Ginjal.

Infeksi Saluran Kemih

Lalu, apakah ciri-ciri infeksi saluran kemih pada ibu hamil tersebut? Berikut gejala diantaranya:
  • Ada perasaan ingin buang air kecil secara terus menerus namun dengan jumlah sedikit
  • Saluran kencing terasa panas seperti terbakar
  • Air seni berwarna kemerahan yang artinya mengandung darah karena luka. Bahkan beberapa kasus bisa terlihat darah.
  • Sakit pada pinggang atau pinggang bagian bawah
  • Jika lebih dari 24 jam dan memburuk biasanya disertai demam 
  • Perasaan mual ingin muntah
Lalu apakah penyebab infeksi saluran kencing pada Ibu hamil ini? Penyebabnya adalah karena besarnya perut akibat bertumbuhnya janin, yang menekan saluran kemih atau kantung kemih. Sehingga, akibat tekanan perut yang membesar itu, kantung kemih menjadi terdesak dan air kencing yang keluar menjadi tidak sepenuhnya tuntas. Akibatnya, air kencing yang tertahan di dalam memicu bakteri untuk tumbuh yang mengakibatkan infeksi saluran kemih.

Penyebab lain adalah peranan hormon tertentu yang mengakibatkan air seni ibu hamil menjadi lebih terkonsentrasi. Apalagi bila selama hamil ibu hamil gemar mengkonsumsi makanan manis atau mengandung gula, sehingga air seni semakin pekat dan memudahkan bakteri untuk berkembangbiak.

Lalu bagaimana cara mencegah infeksi saluran kemih pada Ibu hamil?

  1. Pakailah celana dalam yang terbuat dari bahan katun dan nyaman, jangan terlalu ketat.
  2. Selama tidur, pakailah pakaian dalam yang longgar.
  3. Jangan membersihkan organ kewanitaan dengan menggunakan sabun atau cairan pembersih yang mengandung parfum atau sabun secara berlebihan.
  4. Jangan menahan buang air kecil
  5. Pastikan minum air yang cukup sehingga air seni tidak pekat dan seringlah buang air kecil. 
  6. Sebelum dan sesudah melakukan hubungan intim, usahakan untuk buang air kecil sehingga kantung kemih kosong.
Jika Bumil terkena UTI atau infeksi saluran kemih, jangan panik dan kawatir. Cepatlah ke dokter sebelum bertambah parah. Dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai untuk mengatasi infeksi tersebut. 

Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

Atasi Nyeri Punggung Bawah Dengan Pose Yoga Ini

Bunda, beberapa pose yoga dapat mengatasi nyeri punggung lho Bunda. Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain sering di alami oleh Bunda ketika selesai menggendong si kecil dalam waktu yang lama. Nyeri punggung bawah biasanya terjadi pada area "sambungan" antara pinggang dengan tulang punggung belakang. 

Nyeri punggung bawah sangat mengganggu aktivitas terutama karena rasa nyeri dirasakan setiap kali kita merubah posisi dari posisi duduk ke berdiri, hingga tidak bisa mengangkat kaki. Bunda, jangan panik dulu. Beberapa pose atau gaya Yoga berikut ini dapat dipraktekkan sendiri di rumah dan dapat mengatasi nyeri pada punggung bagian bawah.

Pose Yoga Untuk Nyeri Punggung Bawah

Pose Yoga berikut dapat mengurangi sakit atau nyeri punggung bagian bawah jika dilakukan secara teratur dan benar. Bunda, sebaiknya melakukan pose berikut dibawah pengawasan instruktur Yoga yang kompeten agar tidak terjadi cedera. Setelah mengetahui dengan benar, Bunda dapat mempraktekkannya sendiri di rumah. 

1.Gaya Downward Dog

gerakan yoga downward dog

Pose ini dilakukan dengan tangan ke arah bawah dan kaki menapak pada tanah sehingga badan membentuk huruf "V" terbalik. Buatlah gerakan maju dan mundur dengan kaki secara perlahan atau kaki seolah berjalan di tempat secara perlahan. Lakukan gerakan ini selama 2 hingga 3 menit.

2. Gaya Cobra

gerakan yoga

Gaya atau pose Cobra di lakukan dengan tidur tertelungkup dan tangan menaikkan badan seperti Ular Cobra. Lakukan pose ini selama 1 hingga 2 menit. 

Pose Yoga lainnya untuk nyeri punggung

3. Gaya Kucing atau Cat's Pose

gaya kucing yoga

Pose Kucing atau Cat's Pose ini dilakukan dengan tangan dan kaki seperti kaki meja lalu punggung dilengkungkan ke arah atas lalu kembali datar. Ulangi gerakan melengkungkan punggung selama 6-8 kali.

Nah, Bunda, jika kita rajin melakukan pose atau gerakan Yoga seperti di atas secara rutin dan benar, setidaknya dapat mengurangi keluhan nyeri punggung bawah atau Low Back Pain ya Bunda. Di samping juga, Bunda harus berhati-hati ketika menggendong si kecil ataupun membawa barang belanjaan berat ya Bunda.

Posted By Tentangkeluarga101 
Photo Credit : Pexels dan Pixabay

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Trimester Pertama (1-3 Bulan)

makanan sehat untuk ibu hamil

Bunda, selamat atas kehamilannya ya! Bila Bunda baru pertama kali hamil, mungkin Bunda bingung apa yang harus dilakukan dan apa aja sih makanan sehat untuk ibu hamil?

Jangan khawatir Bun, di sini kami membahas makanan sehat untuk ibu hamil muda, tepatnya trimester pertama, atau hamil 1 hingga 3 bulan.

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Folic Acid atau Folat

Folat (di dalam supplement sering kali disebut folic acid) adalah salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil. Bahkan, saat ibu berusaha hamilpun, disarankan ibu mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung folat.

Folat adalah salah satu bentuk Vitamin B9. Kekurangan Folat dapat menyebabkan cacat yang disebut Neuro Tube Defect, yaitu tulang belakang bayi tidak tertutup sempurna (Spina Bifida) dan disertai dengan cacat otak.

cacat tulang belakang pada bayi

Cacat lahir ini umumnya dimulai pada awal perkembangan janin, bahkan sebelum kehamilan diketahui. Jadi, disarankan Folat dikonsumsi sejak Ibu masih merencanakan kehamilan.

Makanan yang banyak mengandung Folat adalah:

  • Sayuran hijau, misalnya Bayam dan Brokoli
  • Alpukat
  • Jeruk
  • Pepaya
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang polong, kacang merah, kacang hitam)
  • Kembang kol
  • Bit
  • Jagung
  • Seledri

Bunda juga dapat mengkonsumsi vitamin ibu hamil, dan pastikan mengandung 400 mcg Folic Acid.

Riset membuktikan, kecukupan Folat dalam menu makanan sehat ibu hamil juga mengurangi risiko terjadinya pre-eklampsia, yaitu tekanan darah tinggi saat hamil yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Pada prinsipnya, porsi makanan sehat untuk ibu hamil tidak perlu sampai 2 kali lipat dari makanan ibu sehari-hari. Istilah "makan untuk 2 orang" tidak sepenuhnya benar, karena kebutuhan janin tidaklah sebesar kebutuhan orang dewasa.

Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan dan tidak baik untuk kesehatan di kemudian hari.

Ibu hamil memang membutuhkan kalori dan nutrisi lebih banyak dari biasanya, tetapi perinsipnya tetap sama seperti perinsip 4 sehat 5 sempurna,yaitu:

  1. Karbohidrat: sebagai sumber tenaga untuk bumil. Sebisa mungkin pilihlah sumber karbohidrat yang mengandung banyak serat. Misalnya oatmeal atau roti whole grain.
  2. Sayuran: sebagai sumber vitamin, serat, dan mineral.
  3. Daging, telur, tahu, tempe dapat menjadi sumber protein. Selain itu daging merah juga mengandung banyak zat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dan mencegah anemia pada ibu hamil.
  4. Buah-buahan: sebagai sumber vitamin dan mineral. Makanlah buah dengan berbagai variasi warna, supaya vitamin dan mineralnya pun lebih bervariasi.
  5. Produk diari (susu/keju/yogurt): sebagai sumber kalsium yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang bayi.

Mengelola makanan sehat untuk ibu hamil

Mungkin beberapa informasi di bawah ini belum Bunda ketahui:

  • Asupan Zat besi dan Kalsium, sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan karena kalsium dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat Besi.
  • Sebaiknya, konsumsilah zat besi bersama vitamin C, supaya penyerapannya lebih optimal. 
Contoh penerapannya dalam menu sehari-hari: 

1. Minumlah susu di pagi hari atau malam sebelum tidur, sehingga tidak berdekatan dengan konsumsi daging saat makan siang atau makan malam. 

2. Makanlah buah yang mengandung vitamin C setelah makan daging/Telur, sehingga penyerapan zat besinya optimal. 

3. Untuk mendapatkan lebih banyak zat Besi, pilihlah daging yang lebih merah. Daging paha Ayam lebih banyak mengandung zat Besi daripada dada ayam. 

4. Agar tidak mual, makanlah dalam porsi sedikit-sedikit tetapi sering. 

5. Hindari makanan yang terlalu berminyak agar tidak mual. 

Bunda, semoga ulasan tentang makanan sehat untuk ibu hamil di atas bermanfaat. 

Selanjutnya, bacalah : Pantangan Makanan Ibu Hamil. Baca artikel terkait klik di sini


Posted By Tentangkeluarga101 
Photo Credit : Wikipedia, Pixabay

Beda Baby Blues Dan Depresi Pasca Melahirkan

baby blues pasca melahirkan
Baby Blue atau Baby Blues Syndrome adalah kondisi wanita setelah melahirkan yang berhubungan dengan stress dan fisik. Namun pada Baby Blues, wanita lebih merasakan stress akibat mengurus bayi, kelelahan, dan sulit tidur walaupun badan terasa lelah.

Baby Blues Dan Depresi

Biasanya, Baby Blues berlangsung saat sudah melahirkan hingga puncaknya 2 (dua) minggu setelah melahirkan dan berangsur membaik sejalan dengan tingkat penyesuaian ibu dengan kondisi yang baru yaitu memiliki bayi. 

Namun, jika kondisi tersebut di barengi dengan rasa sedih berkepanjangan, cemas berlebihan, kehilangan napsu makan, putus asa hingga ingin bunuh diri, kondisi ini dinamakan Depresi Pasca Melahirkan.

Depresi pasca melahirkan jika dibiarkan berlarut-larut akan berkepanjangan bahkan dapat membahayakan ibu maupun bayi. Penyebab Depresi Baik Baby Blues maupun Depresi Pasca Melahirkan, sering dikaitkan dengan adanya perubahan hormon pada tubuh wanita. Ketika hamil, hormon Estrogen dan Progesteron mengalami pergolakan. Dan selesai melahirkan, tubuh akan menyesuaikan kepada kondisi sebelum melahirkan. Masa penyesuaian inilah yang membuat mood berubah atau mood swing. Untuk Depresi pasca melahirkan, kondisi tersebut ditambah dengan faktor rasa minder akibat perubahan fisik pasca melahirkan, hingga faktor sosial seperti kondisi ekonomi, maupun masalah lainnya.

Tips Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Jika Bunda mengalami Depresi pasca melahirkan, tips berikut setidaknya dapat membantu mengatasi :

  1. Kondisi dengan Bayi. Ciptakan hubungan lebih intens dengan bayi dan pupuk naluri keibuan. Cintailah si kecil, ikuti perkembangannya. Berbahagialah dengan Si Kecil dan senantiasa bersyukur akan kehadiran si Kecil. Dengan bersyukur, secara perlahan memupuk perasaan bahagia dan meningkatkan hormon Endorphins atau hormon bahagia.
  2. Perhatikan diri sendiri. Luangkan waktu untuk "Me-Time", mulailah berolah raga atau meditasi hingga mempercantik diri. Bangkitkan rasa percaya diri kembali. Bila perlu, pergilah ke Dokter atau psikolog. Dokter atau Psikolog lebih mengerti mengenai obat anti depresi maupun terapi hormon jika diperlukan.
  3. Hubungan dengan Suami. Suami atau pasangan adalah orang terdekat yang harus mengetahui kondisi yang Bunda alami. Komunikasikan masalah ini dan bicarakan faktor apa yang menambah beban stress atau depresi. Misalnya, rasa khawatir secara ekonomi dengan bertambahnya anggota keluarga, hingga peranan suami dalam membesarkan anak bersama-sama.
Nah Bunda, jangan putus asa atau depresi sendirian, karena Bunda tidak sendiri melainkan jutaan wanita di luar sana juga mengalami hal serupa. Segera cari jalan keluarnya agar hidup kembali berjalan sebagaimana mestinya. 

Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

Pantangan Makanan Ibu Hamil

pantangan makanan ibu hamil
Halo Bumil, tahukah Anda, bahwa beberapa makanan justru dapat berbahaya bagi kesehatan Ibu dan Si jabang bayi? Singkat kata, inilah beberapa pantangan makanan ibu hamil yang perlu kita ketahui:

Pantangan makanan ibu hamil

1. Telur yang kurang matang


Makanan apapun yang kurang matang, dapat mengandung Bakteri. Hindari Telur yang kurang matang.

Beberapa jenis salad dressing juga mengandung Telur mentah, misalnya Mayonaise buatan sendiri.

Namun Mayonaise buatan pabrik umumnya terbuat dari Telur yang dipasteurisasi, sehingga aman untuk ibu hamil. Bila Bunda kurang yakin, lebih baik hindari saja.

2. Sushi, Sashimi, atau makanan Jepang yang mengandung Ikan mentah

Ikan mentah pada umumnya terdapat pada makanan Jepang. Ikan mentah dapat mengandung Bakteri.

Imunitas tubuh bayi di dalam rahim masih sangat lemah dan rentan terhadap Bakteri. Jadi, hindarilah pantangan makanan ibu hamil yang satu ini.

3. Seafood yang mengandung banyak Mercury

Banyak referensi dari luar negri yang memberikan daftar Seafood yang menjadi pantangan makanan ibu hamil, namun semua data itu belum tentu cocok untuk kita di Indonesia.

Mengapa? Karena kandungan Mercury sangat tergantung di perairan mana Ikan ditangkap. Namun yang umumnya mengandung banyak Mercury adalah Kerang. Mercury sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan cacat bawaan pada bayi.

Makanan lain yang berbahaya bagi ibu hamil 

4. Susu yang belum di-pasteurisasi

Baca kemasan Susu untuk mengetahui apakah Susu tersebut di-pasteurisasi atau tidak.

5. Daging yang kurang matang

Bila Bunda suka makan Steak pastikan Steak yang di makan dalam kondisi matang atau istilahnya "well done", sehingga benar-benar matang hingga ke bagian dalamnya.

Begitu pula bila Bunda penggemar BBQ atau daging asap.

6. Terlalu banyak Kafein (Kopi, Soda, Cokelat, Teh)

Konsumsi lebih dari 200 mg Kafein setiap hari membuat peluang keguguran 2 kali lipat. Begitula hasil penelitian Kaiser Permanente Division of Research, Oakland, California.

Bila Bunda pernah mengalami keguguran, sebaiknya hindari Kafein sama sekali.

Kafein terbanyak terdapat pada Kopi. Selain itu Teh, Cokelat, dan Soda juga mengandung Kafein walau dalam jumlah yang sedikit.

7. Sayuran dan buah yang tidak dicuci terlebih dahulu

Salad, Rujak, Karedok, semuanya sehat karena terbuat dari buah-buahan dan sayuran. Namun pastikan buah dan sayuran di cuci bersih sebelum di olah, supaya bersih dari Pestisida dan kuman.

8. Alkohol

Tidak perlu penjelasan untuk yang satu ini, karena kita semua sudah tahu efek negatif Alkohol bagi tubuh apalagi janin.

Bunda, semoga informasi tentang pantangan makanan ibu hamil di atas dapat membantu.

Referensi:Posted by Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pexels Free Stock Photos