Tanya: Belakangan ini keharmonisan rumah tangga kami terganggu. Gangguannya ada saja yang membuat kepala pusing. Gangguan tersebut datang dari adik suami atau ipar. Belum lagi campur tangan mertua.
Herannya, saat rumah tangga sedang harmonis, ada lagi gangguan lainnya dari mantan suami yang tiba-tiba sering mengirimkan pesan pada ponsel suami. Walaupun sekedar menanyakan kabar tanpa pesan romantis, namun cukup membuat hati panas. Apa yang harus saya lakukan? Mengapa membangun rumah tangga ternyata tidak semudah yang saya bayangkan?
Keharmonisan Rumah Tangga Terganggu
Jawab: untuk Istri yang sedang galau. Membangun rumah tangga memang tidak mudah dan banyak tantangan. Namun, istri jangan cemas karena tidak ada satu rumah tangga di dunia ini yang bebas gangguan. Jadi, apa yang dialami oleh istri adalah sesuatu yang normal. Karena setiap rumah tangga pasti mengalami hal tersebut.
Gangguan rumah tangga biasanya karena hal-hal yang datangnya dari mertua, ipar bahkan tetangga yang reseh. Belum lagi mantan pasangan yang mendadak muncul hingga masalah pada anak. Jika semua tampak sempurna, masalah yang datang biasanya berupa masalah kesehatan hingga tidak dikaruniai momongan. Itulah yang dinamakan hidup tidak ada yang sempurna.
Oleh karenanya, saran dari Keluarga101 adalah selalu berpikir positif dan mengikuti arus. Tidak ada lagi jalan lain kecuali hal tersebut. Contoh masalah rumah tangga:
- Mertua suka ikut campur. Tetaplah bersikap sopan sebagai menantu. Jika memungkinkan, jangan tinggal berdekatan. Itulah satu-satunya cara untuk menghindari konflik. Ingat, semakin banyak orang dalam satu rumah, maka masalah semakin banyak. Sikap positif : belajarlah dari mertua sesuatu yang positif daripadanya. Misalnya mertua yang pandai memasak, belajarlah memasak dari mertua. Atau hal positif lainnya.
- Ipar yang suka mengganggu. Ada pepatah yang mengatakan "Darah lebih kental daripada air". Pepatah tersebut benar adanya. Tidak ada yang bisa kita lakukan jika menyangkut hubungan kakak dan adik. Saran kami, tetaplah menjaga jarak. Dan jangan terlalu banyak komunikasi jika ada pertemuan keluarga. Ingatlah "Diam adalah Emas".
- Tetangga dan mantan. Nah istri, jangan jadikan kehidupan rumah tangga kalian kelabu karena orang-orang yang tidak penting. Tetangga yang reseh, hadapi dengan kedewasaan. Sedangkan mantan yang masih mengganggu, tetaplah waspada namun tidak cemburu buta. Ingatlah bahwa Anda adalah pemenangnya karena telah menjadi istri.
- Masalah dengan anak. Anak adalah darah daging kita sendiri. Bagaimanapun seorang anak, kita tetap ada ikatan batin dengannya. Ketika dewasa, anak bahkan bisa menjadi teman bicara. Bangunlah komunikasi. Selesaikan dengan cara yang demokratis dan tidak semena-mena karena bagaimanapun juga seorang anak adalah pribadi yang mandiri. Berpikir positif bahwa banyak orang yang tidak dikaruniai keturunan.
Nah istri yang galau, sekali lagi tetaplah berpikir positif dan mengikuti arus. Melawan arus hanya akan membuat kita lelah. Ikuti saja kemana situasi akan membawa dan hadapi satu demi satu.
Beberapa situasi terkadang tidak ada jalan keluar. Jika hal ini terjadi, tetap ikuti arus. Mertua yang selalu ikut campur misalnya, cobalah "berteman" dengan keadaan alias "berteman" dengan mertua. Semakin kita membangun tembok maka situasi akan semakin sulit.
Memang, berkata adalah lebih mudah daripada menjalaninya. Namun percayalah, Istri tidak sendiri. Karena semua orang memiliki rumah tangga yang tidak sempurna.
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment