5 Pengertian Salah Tentang Pernikahan

pernikahan yang salah

Lajang yang belum menikah terkadang sering memiliki pengertian salah tentang arti pernikahan. Pengertian salah tentang pernikahan disini maksudnya salah persepsi atau pendapat yang sempit mengenai pernikahan. Nah apa sajalah pengertian yang salah tersebut?

Pengertian Salah Tentang Pernikahan

  • Financial Exit. Sering kita mendengar seorang gadis mengatakan "ingin cepat menikah, biar ada suami. Suami saja yang mencari uang dan saya jadi ibu rumah tangga." Atau seorang lelaki sengaja mencari wanita yang lebih tua dan mapan dengan harapan bersandar secara finansial. Ini adalah pengertian yang salah. Menikah dengan seseorang bukanlah financial exit atau jalan keluar finansial dari masalah keuangan kita. Karena tidak selamanya pasangan kita dapat membiayai kita. Jika kamu berpendapat seperti itu, maka artinya kamu hanya memandang pasangan secara materi. Sebab pada kenyataannya, bisa saja selang berapa waktu dari pernikahan, kondisi finansial terbalik dan mengharuskan kita untuk bekerja.
  • Tergantung pada pasangan. Beberapa laki-laki ingin cepat menikah "agar ada yang mengurus". Jangan salah. Seorang istri bukanlah ibu. Jika ingin menikah dan diurusi seperti layaknya seorang anak, mungkin lebih tepatnya menikah saja dengan ibumu. Sedangkan wanita sering berpendapat "enak punya suami ada yang mengantar sana-sini". Ini juga tidak benar. Suami bukanlah supir atau pesuruh yang bisa disuruh-suruh setiap saat. Menikah adalah proyek kerja sama. Tidak bisa salah satu pihak berkorban untuk pihak lainnya.
  • Menghasilkan keturunan. Pernikahan memang layaknya akan menghasilkan keturunan dari pasangan yang menikah. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai tujuan utama. Pasanganmu bukanlah mesin atau pabrik pencetak anak. Pikirkan kemungkinan terburuk jika salah satu dari kalian tidak bisa memiliki keturunan. Apakah bercerai karena hal tersebut? Jangan berharap setinggi langit.
  • Lari dari masalah. Tidak ada keluarga yang sempurna. Beberapa orang memiliki keluarga yang jauh dari sempurna dan membuat kondisi rumah tidak menyenangkan. Ingin cepat menikah dijadikan alasan agar keluar dari rumah dengan harapan meniti kebahagiaan bersama pasangan. Hal ini tidak benar. Karena setelah menikah, permasalah yang timbul akan lebih kompleks lagi.
  • Tuntutan sosial. Hidup dengan budaya Timur memang tidak mudah. Terutama jika hidup melajang hingga usia tua. Namun, perkataan orang atau tuntutan masyarakat jangan sampai membuat kita tergesa-gesa untuk menikah. Karena pada akhirnya, kita yang harus menjalani pernikahan tersebut. Bukan mereka.
Nah sahabat Keluarga101, ingat ya, jangan sampai salah mengerti mengenai tujuan menikah atau arti pernikahan. Intinya, jangan menempatkan harapan yang terlalu tinggi ketika kita menikah. Karena jika keadaan tidak sesuai dengan harapan maka kita akan kecewa. Dan kekecewaan ini biasanya berujung dengan perceraian.

Posted By Keluarga101
Photo Credit : Pixabay

No comments:

Post a Comment