-->

Gejala Keracunan Makanan Dan Cara mengatasinya

gejala keracunan makanan

Gejala keracunan makanan yang sering terjadi adalah pusing, muntah dan diare. Lalu, bagaimana mengatasi keracunan makanan? Yuk Bunda kita lihat berikut ini.
Keracunan makanan bukan suatu penyakit. Namun keracunan makanan dapat membahayakan bahkan mengancam nyawa. Terutama jika orang yang keracunan makanan mengidap alergi terhadap bahan racun yang dikonsumsinya. Wanita hamil yang keracunan makanan dapat mengakibatkan efek yang membahayakan bagi janin bahkan ada yang mengakibatkan keguguran.

Gejala Keracunan Makanan

  • Sakit kepala, pusing hingga vertigo. Beberapa tanda awal keracunan makanan adalah sakit kepala mendadak, pusing hingga vertigo atau pusing serasa dunia berputar. Gejala ini ada yang dirasakan sehabis menyantap makanan atau minuman tertentu. Namun ada juga yang terasa beberapa jam setelah menyantap makanan alias tidak instan terasa.
  • Diare. Biasanya, pusing atau sakit kepala disertai dengan diare secara bersamaan. Diare ini terjadi sangat hebat berkali-kali dalam 1 jam. Namun ada juga yang beberapa kali dalam sehari.
  • Mual dan muntah. Mual disertai muntah juga menyertai gejala keracunan makanan. Kadangkala, muntah sangat hebat dan berkali-kali seperti halnya diare.
  • Pingsan. Akibat muntah dan diare berkepanjangan, beberapa orang bahkan hingga pingsan. Hal ini akibat kurangnya cairan dan tekanan darah menurun.
  • Demam atau meningkatnya suhu badan. Pada beberapa kasus alergi, gejala keracunan makanan juga mengakibatkan meningkatnya suhu badan. Hal ini karena racun yang sifatnya dianggap "musuh" oleh tubuh sudah masuk ke dalam aliran darah dan mengakibatkan infeksi atau peradangan.
  • Ruam pada kulit hingga bengkak dan bentol. Beberapa orang, dapat mengalami merah-merah pada kulit, gatal, hingga bengkak pada anggota tubuh seperti mata bengkak, bibir bengkak hingga jari-jari tangan. Bentol-bentol atau yang sering kita kenal sebagai "biduran" juga bisa merupakan akibat samping dari alergi makanan atau keracunan makanan.
  • Sesak napas. Keracunan makanan tingkat parah dapat mengakibatkan sesak napas pada orang yang menderita keracunan makanan. Jika hal ini terjadi, segera pergi ke rumah sakit karena dapat mengancam nyawa dan mengakibatkan kematian.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Jika mengalami keracunan makanan, sebaiknya kita melakukan hal-hal berikut:
  • Pergi ke rumah sakit atau dokter dengan segera. Terutama jika muntah dan diare hebat karena kekurangan cairan akan sangat membahayakan. Kekurangan cairan tingkat parah dapat membuat jarum infus tidak dapat masuk lagi ke pembuluh darah dan ini sangat fatal. Selain itu, sesak napas juga dapat mengakibatkan kematian.
  • Minum susu. Susu disinyalir dapat mengeluarkan racun ketika kita mengalami keracunan makanan. Saat kita keracunan makanan, perut terasa mual. Minum susu dapat menambah rasa mual sehingga dapat merangsang kita untuk muntah dan mengeluarkan makanan atau racun dalam tubuh.
  • Air kelapa hijau. Air kelapa hijau dapat mengeluarkan racun dan mendetoksifikasi tubuh. Terutama bagi mereka yang mengalami gatal-gatal di kulit atau biduran akibat alergi makanan.
  • Norit atau arang. Norit dapat membantu mengurangi racun dalam badan. Norit juga membantu mengurangi diare.
  • Minum air putih. Minum air putih yang banyak dapat membantu mengurangi racun dalam tubuh lewat air seni. Biasanya tubuh masih terasa lemas dan tidak berenergi hingga beberapa hari. Bahkan ada orang yang merasakannya hingga 1 bahkan 2 minggu setelah keracunan makanan. Minum air yang banyak dan minum cairan elektronit dapat membantu mengurangi rasa lemas.
Pada beberapa kasus keracunan makanan yang hebat gejala diatas masih tetap dirasa hingga beberapa minggu. Misalnya, pencernaan yang masih belum 100% benar. Masih mengalami rasa mual sekali-sekali hingga sakit kepala. Untuk pencernaan yang masih bermasalah dapat dibantu dengan mengkonsumsi yogurt atau minum dengan bakteri baik untuk pencernaan.

Jika gejala masih terus terasa, sebaiknya konsultasikan kembali kepada dokter dan jangan biarkan tubuh sakit berlarut-larut.

Posted By Keluarga101 
Photo Credit : Pixabay

No comments:

Post a Comment