-->

Merasa Depresi Tanpa Sebab? Periksa Hormon Anda

sering merasa depresi
sering merasa depresi

Jika kamu sering merasa depresi tanpa sebab, putus asa, mood yang naik turun, kelelahan tanpa sebab atau sering merasa capek, lesu kurang bergairah dan cemas yang mengarah kepada hal negatif seperti ingin bunuh diri, periksalah hormon anda. 
Sebagian besar orang tidak mengerti betapa hormon memegang peranan besar dalam mengatur kesehatan manusia. Terutama kesehatan mental. Mengapa demikian? Karena hormon bekerja sama dengan pikiran atau otak manusia. 

Sering Merasa Depresi Tanpa Sebab

Tubuh manusia memproduksi ribuan hormon. Namun hormon yang terpenting dikategorikan menjadi 4 yaitu:
  • Hormon Tyroid : hormon yang mengatur energi. Orang yang mengalami masalah pada fungsi Tyroidnya biasanya sering merasa kelelahan tanpa sebab.
  • Hormon Estrogen : hormon yang mengatur emosi dan mood. Ketika wanita mengalami PMS, hormon Estrogen mengalami penurunan. Inilah sebabnya, PMS pada wanita seringkali merupakan bencana karena pada saat PMS wanita sering merasa depresi bahkan menangis tanpa sebab. Emosi juga tidak stabil dan mudah marah.
  • Hormon Progesteron : hormon yang mengendalikan sifat anti kecemasan. Kekurangan hormon Progesteron dapat mengakibatkan wanita sering merasa cemas tanpa sebab yang menjurus kepada kecemasan akut atau anxiety.
  • Hormon Testosteron : hormon yang mengatur daya seksual, motivasi dan kekuatan. Oleh karenanya hormon ini dinamakan hormon laki-laki. 
  • DHEA dan Cortisol : hormon ini mengatur stress. Seberapa besar tubuh kita bisa menanggulangi Stress.
  • Hormon Insulin : hormon ini adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam tubuh.
Ketika hormon kita sehat dan seimbang, seseorang cenderung lebih merasa senang, bahagia, punya semangat dan energi. Dan tanpa kita sadari hormon tersebut mengendalikan cara berpikir kita dan bertindak baik secara positif maupun negatif lho!

Ketika Hormon Tidak Seimbang

Lalu, mengapa hormon tidak seimbang? 

Wanita mengalami ketidakseimbangan hormon menjelang masa menstruasi. Menopause, juga mengakibatkan ketidakseimbangan hormon, bahkan hormon Estrogen lama kelamaan akan habis seiring dengan masa menopause. Oleh karenanya, jangan anggap remeh dampak menopause pada wanita. Banyak wanita merasa depresi, cemas berlebihan, bahkan bunuh diri ketika mengalami masa menopause. Tidak jarang pula, rasa ingin sendiri, lebih berfokus pada diri sendiri. Bahkan ada yang ingin bercerai dari pasangannya. Parah bukan dampak hormon ini!

Selain Menopause, ketika sebelum Menstruasi tiba atau pra menstruasi, hormon juga cenderung tidak seimbang. Terutama hormon Estrogen. Sehingga, biasanya seorang wanita cenderung marah tanpa sebab, sedih tanpa alasan hingga uring-uringan yang menyebalkan.  Selain Menopause dan PMS, ketika hamil dan menyusui, seorang wanita juga mengalami pergolakan hormon. Sehingga banyak wanita yang merasa moody ketika sedang hamil, bahkan menderita Baby Blues setelah melahirkan. Itulah repotnya menjadi seorang wanita!  (Baca : Beda Baby Blues Dan Depresi Pasca Melahirkan)

Sedangkan pria, tentu saja juga bisa mengalami ketidakseimbangan hormon. Terutama ketika masa kesuburan seorang pria menurun (Andropause) karena faktor usia. Bahkan ketika sejak lahir, dimana seorang pria kekurangan hormon kelaki-lakiannya dan lebih banyak memiliki hormon kewanitaan (Estrogen) yang mengakibatkan pria lebih kewanitaan.

Di samping faktor di atas, gaya hidup atau lifestyle juga dapat mempengaruhi ketidakseimbangan hormon, disamping faktor makanan atau diet. Di samping juga, faktor lingkungan dan ketidaknyamanan yang membuat stress berlebihan, dapat mengakibatkan hormon menjadi tidak seimbang.

Lalu Bagaimana Cara Menyeimbangkan Hormon?

Yang pertama, jika Bunda mengalami masalah di atas dan mencurigai adanya ketidak seimbangan hormon pada diri Bunda, segeralah periksa hormon. Salah satu cara menyeimbangkan hormon adalah dengan :
  1. Berolah raga. Kita semua tahu, olah raga tidak hanya menyehatkan badan tapi juga pikiran. Olah raga dapat meningkatkan hormon Cortisol sehingga orang yang sering berolah raga setidaknya lebih tangguh mengatasi rasa stressnya.
  2. Mengatur Pola Makan. Berkonsultasilah dengan dokter gizi yang kompeten untuk mengatur pola makan kita. Beberapa makanan yang mengandung protein kedelai, diketahui dapat membantu meningkatkan hormon Estrogen. 
  3. Terapi Hormon. Metode sekarang menggunakan terapi hormon ketika wanita mengalami menopause, untuk mengurangi dampak menopause yang merugikan. Namun, terapi hormon mengalami banyak pro dan kontra yang dapat mengakibatkan kanker.
Sekarang kita menyadari betapa pentingnya kesehatan hormon pada diri kita. Dan jika kita sering merasa depresi tanpa sebab, nangis dan sedih serta menjadi pribadi yang berubah, ada baiknya kita segera mengatasi masalah ini. Karena siapa tahu hormon menjadi biang keladinya.  Karena, jika hormon adalah penyebab utamanya, maka segala konsultasi dokter maupun psikolog tidak dapat menyembuhkan depresi anda.

Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

No comments:

Post a Comment