Pacaran jaman now membuat orangtua resah. Bisa dimaklumi bagaimana perasaan orangtua yang memiliki anak yang menjelang ABG dan mulai berpacaran. Apalagi jika anaknya adalah perempuan. Lebih jauh, pacaran jaman now mengenal istilah Bucin. Komplitlah sudah. Nah Ayah dan Bunda, mungkin bisa mengikuti saran berikut ketika anaknya mulai pacaran.
Jika anak mulai pacaran
- Jangan terlalu mengekang. Ingatlah Bunda, semakin dikekang, anak akan semakin memberontak. Apalagi anak remaja jaman now. Awalnya, berilah batasan sedikit. Namun tetap memperbolehkan, dengan batasan. Misalnya "Kamu boleh keluar malam Minggu, asal pulang sebelum jam 10 malam." Namun, jangan sama sekali melarang seperti "Tidak, kamu tidak boleh keluar rumah."
- Dekati Pacar Anak. Jaman dahulu, orangtua mungkin memakai gaya militer. Namun tidak dengan jaman now. Sebaiknya, dekati pacar anak dan gali informasi sebanyak mungkin. Bila perlu, berteman dengan pacar anak dan bertukar nomor hp. Sehingga ada ikatan dan keterbukaan.
- Jangan memperlihatkan ketidaksukaan secara ekstrem. Ayah Bunda, jika tidak suka dengan pacar anak, jangan memperlihatkan sikap yang kasar. Anak bisa memberontak jika sedang kasmaran. Namun, di sisi lain, bisa jadi pacar anak akan sakit hati bahkan mencelakakan anak kita. Tetaplah menjaga sikap, karena bagaimanapun pacar anak kita adalah anak dari orang lain juga dan belum tentu orangtuanya senang jika anaknya diperlakukan kasar.
- Awasi Sosial Media. Bunda, harus lebih pintar memperhatikan gerak-gerik anak melalui sosial medianya. Bila perlu, ikuti dan "stalking" sosial media anak.
- Kenali teman dan sahabat anak. Sebagai orangtua, kita wajib memperhatikan teman-teman anak kita, mana yang memberikan dampat positif mana yang negatif.
- Jadilah teman curhat yang menyenangkan. Ketika anak mulai dewasa, anak akan mempunyai kepribadian sendiri sesuai dengan karakternya. Dan layaknya mahkluk sosial, anak butuh seseorang untuk diajak bicara. Jadilah teman curhat yang menyenangkan bagi anak. Jangan sampai anak lebih senang curhat kepada orang lain. Apalagi, curhat kepada orang yang salah yang berujung boomerang.
- Sedikit Fleksibel. Jadilah orangtua yang bisa membaur dengan anak dan teman-teman anak. Jangan terlalu kaku, dan menunjukkan otoritas. Anak yang bahagia adalah anak yang orangtuanya bersahabat. Bukan sebagai musuh.
- Bermain detektif. Sekali-sekali, bolehlah orangtua menjadi detektif dadakan. Misalnya, ketika anak keluar pacaran, ikuti dari belakang, atau pergilah ke tempat yang sama. Perhatikan gaya pacaran anak dari kejauhan.
Pacaran anak jaman now
Nah, Bunda, semoga saran di atas dapat memberikan sedikit masukkan untuk orangtua yang anaknya sedang mulai pacaran. Mungkin ada Bunda yang memiliki pengalaman khusus berikut triknya? Silahkan di share yang Bunda.
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment