Tahukah Bunda bahwa angka perceraian meningkat selama pandemi Covid19. Meningkatnya angka perceraian ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Mengapa angka perceraian meningkat saat pandemi Covid19?
Angka Perceraian Meningkat
Beberapa analisa berikut mungkin dapat menjelaskan alasan dibalik perceraian tersebut:
- Konflik karena bersama. Ada yang mengatakan jika kita sering berkumpul akan memicu adanya konflik dan sengketa. Sepertinya hal ini benar adanya. Selama ini, pasangan suami istri sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mungkin keduanya bekerja, atau salah satu bekerja dan lainnya di rumah. Sehingga interaksi antar pasangan tidak terlalu intens. Nah, selama pandemi "bekerja dari rumah" atau WFH membuat pasangan suami istri menjadi lebih sering berinteraksi. Hal ini seringkali memicu adu argumentasi karena masa pacaran sudah lewat.
- Situasi Finansial. Jika ada istilah "UUD" alias Ujung-Ujungnya Duit, hal ini terjadi sangat parah karena pandemi Covid19. Kehilangan pekerjaan, hingga berkurangnya jam kerja memicu berkurangnya pengeluaran. Sementara, kepanikan berbelanja karena situasi pandemi membuat kita harus mengeluarkan uang ekstra. Hal ini dapat memicu pertengkaran antar suami istri.
- Stress mengurus anak. Jika kita memiliki anak yang sudah dewasa, situasinya berbeda dengan mereka yang masih memiliki anak Balita. Terbayang tidak, bagaimana rasanya terkurung di dalam rumah dengan anak-anak yang berkeliaran dan mulai berbuat kenakalan karena jenuh. Sementara Ayah tidak mau terganggu karena WFH. Hal ini pastinya memicu ketegangan. Bahkan, KDRT meningkat selama pandemi tidak hanya kekerasan terhadap pasangan namun juga terhadap anak.
- Kejenuhan memicu depresi. Perasaan jenuh, bosan, suntuk di tambah rasa takut akan tertular penyakit, memicu rasa depresi tidak hanya pada wanita namun juga pria. Karena depresi inilah, biasanya seseorang mudah mengambil keputusan yang salah atau bahkan mengambil "pelarian" kepada hal-hal yang negatif.
Atasi Jenuh Bersama Pasangan:
Beberapa cara berikut mungkin dapat membantu mengurangi kejenuhan dan masalah rumah tangga di tengah situasi pandemi:
- Carilah Hobby baru. Daripada ribut dengan pasangan, cobalah cari kesibukan sembari berusaha "menghindar" untuk mencegah konflik. Tentu saja, cari cara yang positif seperti hobby baru dengan dana minimal. Misalnya berkebun, mendekor rumah, memasak dan sebagainya. Untuk laki-laki, mungkin dapat membetulkan mesin lama yang sudah rusak, atau waktunya membereskan gudang dan perkakas lainnya.
- Bernostalgia. Cobalah membuka album foto lama atau menonton film-film lama favorit ketika masa pacaran. Sambil berbincang dan mengingat masa-masa indah dahulu. Siapa tahu, hal ini akan menghidupkan kembali api cinta antar pasangan suami-istri.
- Kompak mencari jalan keluar. Suami-istri yang memiliki hubungan yang awet, adalah mereka yang dapat bekerja sama seperti "tim". Alangkah baiknya jika mengalami kesusahan, suami-istri dapat bekerja sama mencari solusinya. Dalam mengatasi masalah keuangan di tengah pandemi misalnya, siapa tahu, pasangan suami-istri dapat membuka usaha baru bersama-sama.
Situasi pandemi Covid19 yang sedang kita hadapi memang tidak mudah. Namun, tetaplah bersikap positif dan senantiasa semangat dan berharap agar semua ini cepat berlalu dan kehidupan normal kembali.
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment