Efek Hormon Pada Wanita Yang Bikin Resah

hormon pada wanita

Bunda, hormon wanita terdengar sepele namun dasyat akibatnya. Contohnya saja, ketika PMS wanita bisa uring-uringan hingga nangis tanpa sebab. Efek hormon pada wanita sepertinya bisa mengendalikan hidup wanita hingga jungkir balik. Mari kita bahas yuk Bunda apa efek hormon pada wanita yang bikin resah.

Efek Hormon Pada Wanita

  • Hormon Progesteron. Sebelum PMS, siklus tubuh wanita mengalami penurunan kadar hormon Progesteron. Turun atau rendahnya kadar hormon Progesteron ini dapat memiliki efek seperti:
    • Sakit kepala atau migrain
    • depresi dan kecemasan tanpa sebab
    • rasa lelah 
    • Perut terasa kembung atau penuh
  • Hormon Estrogen. Sedangkan hormon Estrogen, justru meningkat pada siklus awal PMS. Peningkatan hormon Estrogen ini mengakibatkan :
    • peningkatan berat badan
    • suasana hati yang naik turun, bisa marah atau nangis tanpa sebab
    • payudara terasa kencang
Namun serba salah, jika penurunan hormon akan mengakibatkan efek yang tidak menyenangkan, hormon yang meningkat atau berlebih pun memiliki efek yang tidak baik seperti:
  • Kelebihan berat badan pada wanita setelah menopause. Hal ini diakibatkan meningkatnya hormon Estrogen.
  • Masalah dengan kandung kemih. Sering ingin buang air kecil adalah masalah yang biasa dihadapi oleh wanita setelah menopause. Hal ini akibat dari meningkatnya hormon Estrogen.
  • Kista dan fibroid. Kedua masalah ini sering dikaitkan akibat meningkatnya kadar hormon Progesteron yang tidak berimbang dengan Estrogen.
  • Tumbuh rambut di tempat yang tidak dikehendaki. Banyak wanita mengalami tumbuh rambut disekitar dagu setelah menopause. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon Progesteron yang memicu hormon androgen yang mengaktifkan kelenjar folikel untuk rambut.
Nah Bunda, berhati-hatilah dengan hormon dan ketidakseimbangan hormon pada tubuh kita. Ketidakseimbangan hormon juga disinyalir dapat mengakibatkan kanker payudara hingga kanker ovarium. 

Oleh karenanya, jika ingin mengkonsumsi obat yang mengandung hormon seperti pil KB atau terapi hormon lainnya, pastikan kita memeriksakan kadar hormon terlebih dahulu. Dan sering melakukan cek hormon secara berkala. Jangan sampai hormon di dalam tubuh menjadi tidak seimbang dan mengakibatkan penyakit tertentu.

Untuk para suami, harap lebih mengerti ketika istri sebelum hamil, sedang maupun setelah hamil. Karena pada masa tersebut, wanita tidak menyadari bahwa emosi dirinya sepenuhnya dikendalikan oleh hormon tersebut.  Setelah melahirkan, wanita juga dapat mengalami "Baby Blues" yang terkadang berat dirasakan oleh wanita. Bahkan setelah masa produktif selesai, menopause masih menghantui wanita dengan masalah hormon yang tidak seimbang. 

Untuk pada wanita, pahami tubuh kita. Jangan mengambil keputusan yang salah ketika PMS, hamil maupun menopause. Karena, mana tahu hal tersebut karena kendali hormon yang sedang menguasai emosi kita saat itu yang cenderung labil.

Sumber : berbagai sumber antara lain healthline.com dan healthywomen.org

Posted By Keluarga101 
Photo Credit : Pixabay

Comments

Popular Posts