Rambut anak tipis. Kenapa ya? Bunda, banyak sekali ibu yang kawatir ketika melihat rambut anaknya tipis. Bahkan hingga berusia 1 tahun. Mari kita bahas serba-serbi rambut bayi yang tipis yuk, Bunda.
Rambut Anak Tipis
Bunda, bila si kecil memiliki rambut yang tipis, mungkin Bunda dapat memperhatikan faktor sebagai berikut:
- Faktor turunan. Jangan panik dulu ya Bunda. Bila rambut orangtua tipis atau semasa kecil orangtua berambut tipis, maka hal ini akan menurun kepada si Kecil.
- Shampo yang terlalu keras. Rambut anak yang masih bayi hingga Balita, cenderung halus dengan kulit kepala yang masih lembut. Nah, sebaiknya pakai shampo khusus bayi ya Bunda.
- Jangan menggosok kulit kepala terlalu keras. Perhatikan hal ini ya Bunda, dan perlakukan kulit kepala dan tempurung kepala bayi atau balita dengan lembut. Bahkan dilarang untuk memakai scrub atau lotion yang sedikit kasar pada kulit kepala hingga melukai pori-pori kulit kepala.
- Kulit kepala berjamur. Shampo yang sudah kadaluarsa atau faktor krim lainnya yang sembarang digosokkan pada kulit kepala anak dapat mengakibatkan jamur atau bakteri. Terutama jika anak memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika masalah dengan jamur, anak akan sering merasa kulit kepalanya gatal-gatal dan memerah. Hal ini mengakibatkan rambut rontok dan menipis. Segeralah bawa si kecil ke dokter kulit untuk pengobatan lebih lanjut.
Penyebab Rambut Anak Tipis
Selain faktor di atas, ada beberapa faktor lain penyebab rambut bayi tipis. Diantaranya adalah :
- Faktor malnutrisi atau kurang gizi. Gizi yang buruk akan berdampak kurang baik pada rambut, gigi, tulang hingga kulit.
- Kekurangan vitamin B, Protein dan Zinc.
- Menderita penyakit tertentu seperti gangguan pada hati dan ginjal hingga kanker.
Kekurangan vitamin B dan protein, dapat diatasi dengan makanan bergizi yang mengandung kacang-kacangan, susu dan telur. Untuk kulit kepala agar halus Bunda dapat memberikan minyak Zaitun atau minyak Kelapa. Tentunya dengan porsi yang cukup dan bersih ya Bunda. Jangan sampai kotor dan kadaluarsa yang menimbulkan bakteri dan infeksi pada kulit.
Sedangkan untuk penyakit serius lainnya, Bunda dapat segera mengkonsultasikannya kepada Dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment