Kanker Serviks dan Tes Pap Smear
Bunda, Kanker Serviks adalah Kanker yang paling umum diderita wanita. Pada tahun 2018, sebanyak 6,6% wanita di dunia mengalami Kanker Serviks.
Sedangkan 90% kematian akibat Kanker Serviks, terjadi di negara-negara berkembang.
Sebetulnya, Kanker Serviks dapat diobati bila sudah terdeteksi sejak tahap awal. Satu-satunya cara mendeteksi kanker serviks adalah melalui tes Pap Smear secara rutin.
Apa itu Tes Pap Smear?
Saat melakukan tes Pap Smear, dokter akan memasukan alat yang disebut speculum ke dalam vagina, sehingga dokter dapat melihat serviks Bunda.
Selain observasi dengan mata, dokter juga akan mengambil sel di dalam serviks untuk di periksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal di Serviks Bunda.
Tes ini hanya mendeteksi Kanker Serviks, tetapi tidak mendeteksi kanker lainnya yang dapat terjadi di organ reproduksi.
Siapa yang Perlu Tes Pap Smear?
Tes ini dianjurkan 3 tahun sekali untuk wanita yang telah menikah atau pernah melakukan hubungan badan, usia 21 tahun hingga 70 tahun.
Pap smear dapat dihentikan setelah usia 70 tahun apabila 3 tes terakhir berturut-turut menunjukkan hasil normal.
Bila Bunda pernah mengalami hysterectomy(pengangkatan rahim), bicarakan kepada dokter apakah Bunda tetap memerlukan tes pap smear secara berkala.
Pertanyaan Umum Seputar Tes Pap Smear
Inilah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan:
Klik halaman berikutnya untuk pertanyaan mengenai Tes Papsmear.
Posted by Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment