"Suami anak Mami". Contohnya, setiap kali ada masalah maka suami "lari kembali" kepada orangtuanya. Pasangan yang tidak mandiri bahkan manja kepada orangtuanya, seringkali menjadi batu sandungan dalam pernikahan.
Suami Anak Mami
Tanya: "Suami saya selalu membandingkan saya dengan Ibunya. Setiap masakan yang saya buat selalu di bilang lebih enak masakan Ibunya. Parahnya, setiap libur panjang suami selalu mengajak Ibunya menginap di rumah kami atau kami yang menginap ke rumah orangtuanya. Saya tidak merasakan hidup rumah tangga yang mandiri. Selalu bersama orangtuanya, bahkan liburan sekalipun orangtuanya selalu ikut bersama kami. Suami benar-benar "Anak Mami". Apa yang harus saya lakukan?"
Jawab:Sebaiknya bicarakan hal ini secepatnya agar tidak menjadi "bom waktu." Bicarakan dari hati ke hati apa yang ada di perasaan kamu. Bila perlu, ajak juga bicara orangtua maupun Ibunya dan biarkan mereka mengetahui perasaan kamu.
Pertama, bicara dengan Suami dari hati ke hati. Jika tidak mempan, bicara dengan mertua tanpa Suami. Jika masih belum bisa mengatasi keadaan, maka bicara dengan Suami dan Mertua pada saat yang bersamaan.
Namun, bicaralah sebagai Menantu yang baik dan tidak menaburkan genderang perang. Sebab, sekali kita bermusuhan maka akan membuat situasi semakin tidak menyenangkan bahkan memperburuk keadaan. Di sisi lain, ada baiknya jika ada seseorang yang dapat memberikan masukan kepada Mertua untuk tidak terlalu masuk ke dalam rumah tangga anak. Sehingga anak tidak mandiri dan selalu bergantung dengan orangtua dalam hal apapun.
Nah, apakah ada di antara Bunda yang mengalami hal serupa? Bisa di share di kolom komentar ya Bunda. Barangkali bisa memberikan masukan, saran atau nasihat kepada Bunda-bunda yang lain.
Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

No comments:
Post a Comment