-->

Orangtua Menuntut Prestasi Anak Dan Suka Membandingkan

orangtua terlalu menuntut anak

Tanya:
Bunda, orangtua saya terlalu menuntut prestasi saya di sekolah. Setiap selesai ujian, orangtua seringkali menanyakan bagaimanakah ujian hari ini, bisa atau tidak? Apakah bisa mendapat nilai A? Saya merasa tertekan dengan situasi ini. Orangtua juga seringkali mengungkit biaya yang sudah dikeluarkan untuk menyekolahkan saya. Jika ada anak lain yang berprestasi, orangtua sering membandingkan dan menginginkan saya mencetak prestasi yang sama, bahkan lebih. Apa yang harus saya lakukan? Saya sungguh tertekan dengan kondisi ini. 

Jawab: Adik yang mengalami masalah ini, tetaplah tegar dalam segala situasi. Jangan putus harapan dan jangan membenci orangtua karena hal ini. Di satu sisi, yakinlah bahwa Orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan sayang kepada anaknya. Namun, mungkin dengan harapan yang sangat berlebihan. Saran, mungkin Adik dapat melakukan hal sebagai berikut:

Orangtua Suka Membandingkan Anak

  1. Jika memungkinkan, bicarakan baik-baik dengan orangtua tentang perasaan Adik. Bicaralah dari hati ke hati. Berusaha jujur dengan orangtua dan utarakan bagaimana perasaan Adik. Jika ingin mengeluarkan emosi hingga menangis, keluarkan saja di depan orangtua agar orangtua tahu kondisi sebenarnya. 
  2. Jika cara ini tidak berhasil, bicaralah dengan anggota keluarga terdekat yang bisa diajak bicara dan mengerti. Dan mintalah bantuan dari anggota keluarga tersebut untuk berbicara dengan orangtua Adik. Misalnya, bicara dengan Tante atau Om yang bisa dipercaya atau orang terdekat yang bisa mendengarkan keluhan dan memiliki hubungan baik dengan orangtua Adik.
  3. Tetaplah berjalan pada jalur yang benar ya Adik. Dan senantiasa berpikiran positif.
Sedih sekali mendengar cerita dari adik kita di atas. Kenyataannya, memang banyak sekali orangtua jaman "now" yang memaksakan keinginan dan ambisi mereka kepada anak. Entah sekedar gengsi atau prestise di depan teman maupun masyarakat bahwa anaknya adalah yang terbaik. Bunda, boleh saja kita memiliki harapan yang besar terhadap anak. Namun, ada baiknya dalam batasan yang normal. 

Untuk Ayah Atau Bunda Yang Membaca Postingan Ini:

Akibat Anak Tertekan 

Anak yang terlalu tertekan dapat mengakibatkan dampak buruk terutama kesehatan anak baik jasmani maupun rohaninya. Yang ditakutkan adalah, karena depresi, anak dapat membahayakan dirinya sendiri atau bahkan orang lain. 

Ayah dan Bunda, kehidupan ini banyak memiliki dimensi. Hidup tidak hanya dipenuhi dengan ambisi dan prestasi, melainkan kita jangan lupa untuk bahagia ya Bunda. Banyak orangtua yang ingin anaknya berprestasi dan menjadi orang yang berhasil namun seberapa banyak orangtua yang menginginkan anaknya bahagia? 

Anak yang bahagia jasmani dan rohaninya akan lebih menghasilkan prestasi yang sesungguhnya. Tidak hanya secara akademis, namun juga dari segi sosial di masyarakat. Alangkah lebih baik jika prestasi besar dihasilkan dari mental anak yang sehat. Bukan menciptakan kepandaian dari kepribadian anak yang depresi dan tertekan. Karena efeknya akan sangat buruk dan membahayakan. 

Jangan sampai orangtua membuat suatu tindakan yang akan disesalkan di kemudian hari

Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pixabay

No comments:

Post a Comment