Tanya: Orangtua saya pilih kasih. Kami 3 (tiga) bersaudara. Ayah sayang sekali dengan adik bungsu sedangkan Ibu sayang dengan kakak tertua. Saya anak yang di tengah merasa dianaktirikan. Saya jadi sebal dengan saudara kandung saya. Terkadang saya merasa iri dengan mereka. Saya mulai tidak betah di rumah dan ingin cepat lulus sekolah dan bekerja agar bisa keluar rumah. Bagaimana agar orangtua sadar akan sikapnya yang pilih kasih?
Orangtua pilih kasih:
- Anak menjadi tidak akur antar saudara kandung. Mengapa? Karena rasa iri dan merasa tersisih, menimbulkan kebencian. Untuk Ayah dan Bunda, jika kalian memiliki anak-anak yang sering bertengkar dan tidak akur, cobalah introspeksi diri, apakah kalian berlaku adil kepada mereka?
- Anak tidak betah di rumah. Situasi rumah yang tidak menyenangkan akan membuat anak tidak betah dan berusaha membuat keonaran. Tujuannya adalah untuk mencari perhatian dari orangtua namun dari sudut yang salah.
- Dendam dan rasa sakit hati. Nah, dampak ini berkaitan dengan poin 1 di atas. Ketidakakuran di antara saudara kandung dapat berlarut-larut yang menimbulkan dendam dan rasa sakit hati. Hal ini tentunya sangat tidak nyaman. Orangtua sangat sedih jika melihat kondisi ini, namun seringkali tidak menyadari bahwa orangtua justru yang menciptakan situasi tersebut.
Orangtua Tidak Adil
Untuk para orangtua, mulailah untuk berperilaku adil terhadap semua anaknya. Jangan suka membandingkan anak satu dengan yang lainnya karena mereka adalah dua individu yang tidak identik. Walau susah, cobalah untuk berlaku adil dan bijaksana. Ingatlah, anak adalah bagian dari orangtua dan mereka tidak lahir ke dunia tanpa orangtua yang menghadirkannya.
Orangtua juga sebaiknya tidak menciptakan kubu-kubu tertentu di dalam rumah, seperti anak A sifatnya mirip dengan Ayah, atau anak B hobbynya sama dengan Ibu. Walaupun kenyataannya demikian, namun hendaknya situasi tersebut tidak dipertajam.
Orangtua hendaknya mengikutsertakan semua anak dalam setiap aktivitas yang ada sehari-harinya. Bahkan melibatkan satu anak kepada anak lainnya. Misalnya, jika anak A sakit, tidak ada salahnya anak B juga di ajak untuk membantu merawat anak yang sakit sehingga memupuk rasa keperdulian dan kasih sayang antar saudara kandung.
Untuk Adik yang merasa dianaktirikan oleh orangtua, cobalah sabar dan berbesar hati. Yakinkan diri bahwa orangtua selalu berusaha untuk adil. Namun orangtua hanyalah manusia biasa yang bisa salah. Di sisi lain, mulailah bersikap dewasa dan jangan terlalu berprasangka buruk. Terkadang, pikiran negatif sering juga di sangkakan kepada orangtua, padahal sebenarnya orangtua tidak bermaksud seperti yang dituduhkan oleh Adik. Bagaimanapun juga, orangtua dan anak memiliki pertalian darah dan untuk itulah yang dinamakan sebuah keluarga.
Posted By Tentangkeluarga101
Photo Credit : Pexels Free Stock Photo

No comments:
Post a Comment