Cara Mengatasi Konstipasi Secara Alami

cara mengatasi konstipasi

Konstipasi atau susah buang air besar merupakan gejala umum yang sering dikeluhkan. Biasanya konstipasi terjadi kepada anak-anak atau orang usia lanjut. Lalu, bagaimana cara mengatasi konstipasi secara alami tanpa obat? Yuk kita simak.

Cara Mengatasi Konstipasi

Sebelum ke dokter kita dapat mengatasi konstipasi dengan cara sebagai berikut:
  • Berolah raga ringan. Kurang gerak atau kurang beraktifitas dapat menjadi pemicu susah BAB. Cobalah jalan kaki ringan atau jalan kaki di tempat selama 10 hingga 15 menit dengan mengangkat kaki agak tinggi ke arah pinggang atas. Gerakan ini dapat merangsang pergerakan usus yang biasanya merangsang keinginan untuk BAB.
  • Makan sayur dan buah. Nah, yang ini terdengar agak klise. Biasanya, jika kita kurang asupan serat kita menjadi susah BAB. Namun, patut di perhatikan, beberapa buah dan sayur malah menyebabkan susah BAB loh. Pisang misalnya. Pisang justru membuat kotoran atau tinja menjadi lebih padat. Sayur dengan serat yang terlalu banyak seperti daun singkong, malah menimbulkan kolik pada sebagian orang. 
  • Minum air putih yang cukup. Kurang cairan dapat mengakibatkan tinja atau feces keras dan padat. Sebaiknya minumlah air putih yang cukup 8 gelas sehari.
  • Buah Prune kering. Kedokteran di dunia barat, menyarankan untuk makan buah Prune kering beberapa buah sebelum tidur untuk memperlancar BAB pada pagi hari. Cara ini cukup efektif. Patut di coba!
  • Yogurt dan Minuman Prebiotik. Jadikan yogurt dan minuman prebiotik menjadi asupan yang rutin. Yogurt atau minuman prebiotik mengandung bakteri baik untuk pembuangan atau usus besar. Prebiotik dapat juga berbentuk kapsul. Jika anak tidak suka makan buah atau sayur, minum yogurt atau minuman prebiotik dapat menjadi salah satu solusi jika si kecil susah BAB. 
  • Kurangi gluten. Cobalah untuk mengurangi gluten atau terigu. Terutama roti di pagi hari. Sebagai gantinya, bisa dicoba cereal atau oatmeal yang kaya akan serat.
Nah, cara mengatasi konstipasi di atas bisa dicoba. Namun, kita juga harus mengenali apa penyebab konstipasi yang kita alami. 

Penyebab Konstipasi

  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat dapat mengakibatkan efek samping konstipasi. Coba perhatikan apakah ada obat-obatan yang baru dimakan dan mengakibatkan konstipasi. Obat yang mengandung zat besi atau Pil Iron misalnya, dapat mengakibatkan konstipasi dan warna feces atau tinja menjadi lebih gelap. Selain pil Iron, obat maag atau lambung juga dapat mengakibatkan konstipasi. Jangan panik dulu.
  • Faktor stress. Stress dapat memicu diare namun dapat juga mengakibatkan konstipasi. Ketika kita stress, tubuh mengeluarkan kimia tertentu yang efeknya dapat mengakibatkan berbagai macam gejala. Salah satunya diare atau konstipasi.
  • Ibu hamil. Wanita yang sedang hamil biasanya sering mengalami susah BAB atau konstipasi. 
  • Kanker usus. Salah satu gejala kanker usus adalah susah BAB. Namun, jangan menjadi cemas atau paranoid ya, karena masih banyak gejala kanker usus lainnya seperti pendarahan saat BAB dan menurunnya berat badan secara drastis. 

Kapan kita perlu ke dokter?

Sebaiknya segeralah ke dokter jika mengalami konstipasi sebagai berikut:
  • Susah BAB atau konstipasi berlarut-larut hingga mengakibatkan perut membesar.
  • kotoran atau tinja berwarna kehitaman bahkan berdarah.
  • mengalami penurunan berat badan dan tidak napsu makan.
  • mengalami sakit di bagian perut atau rasa tidak nyaman pada daerah perut.
Jika kita mengalami gejala yang kurang nyaman dan BAB berlarut-larut, segeralah konsultasi ke dokter. Sehingga bisa cepat diketahui penyebabnya.

Posted By Keluarga101 
Photo Credit : Pixabay

No comments:

Post a Comment